Senin, 18 Februari 2008

Evaluasi... Paan tuh ???

Evaluasi.... Hey...
Mama si jambi siti Aisyah... Papa si jambi Siti Aisyah...
Hahu... ala desa-desu
Hahu... ala desa-desu

Hehehe... jadi inget waktu masih imut dulu  Sebenarnya petikan lagu mainan di atas adalah buat ngebuka obrolan tentang apa sih evaluasi itu ??? Tapi, yang pasti kita gak bakal ngomongin si evaluasi pada lirik lagu mainan di atas deh...

Jadi, ikan hiu ikan cucut...
Yuk, lanjut....

Kalo ngomongin evaluasi, mau gak mau kita bakalan ngomongin sobat karibnya juga yaitu pengukuran dan penilaian. Biar gak ketuker dalam pemakaiannya dan ketara jelas bedanya maka perlu diomongin dulu dari awal nih tentang definisinya.

Suharsimi Arikunto dalam bukunya yang berjudul Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, membahas tentang ketiga hal tersebut :

  • Pengukuran adalah kegiatan membandingkan sesuatu dengan satu ukuran.Pengukuran bersifat kuantitatif
  • Penilaian adalah kegiatan mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian Bersifat kualitatif
  • Evaluasi adalah kegiatan yang meliputi kedua hal di atas (pengukuran dan penilaian), yang didalamnya ada proses melakukan pertimbangan nilai tentang sesuatu (produk, kinerja, tujuan, proses, prosedur, program, pendekatan, fungsi, dll)

Jadi, bisa dikatakan seseorang belum bisa melakukan evaluasi sebelum dia melakukan pengukuran dan penilaian. Lagipula gimana bisa ngevaluasi kalau data rujukan buat memberikan keputusan gak ada ? Ya, hasil akhir dari evaluasi biasanya emang sebuah keputusan.

Kalo dalam skala program, maka keputusan yang didapat berkisar antara diteruskan, dimodifikasi, atau diistirahatkan programnya. Sedangkan, dalam skala hasil belajar keputusannya lebih kepada apakah peserta didik naik kelas/lulus atau tidak lulus ?

Jelaskan kenapa evaluasi perlu diadaain ? Bayangin kalo gak ada proses evaluasi, pastinya kita gak bakalan pernah tau dan nyadar apakah program yang kita lakuin dah sesuai dengan rencana apa belum ??? Selain itu, tanpa adanya evaluasi sulit rasanya untuk ngadain perubahan, karena kita gak tau yang menjadi sasaran ataupun titik tolak bagian mana yang kudu direvisi.

Dari penjelasan di atas bisa dibilang secara umum fungsi evaluasi adalah untuk :

  • Mengukur kemajuan
  • Menunjang penyusunan rencana, dan
  • Memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali
Sedangkan fungsi khusus dari evaluasi dibagi ke dalam 3 lini/segi, yaitu :
  • Psikologis, bagi siswa hasil evaluasi dapat digunakan sebagai pedoman untuk membantu dirinya dalam mengenal kapasitas dirinya jika berada di tengah-tengah kelompok/kelas. Sedangkan bagi pendidik, hasil evaluasi digunakan sebagai pedoman untuk menentukan langkah-langkah apa saja yang diperlukan selanjutnya.
  • Didaktik, bagi siswa hasil evaluasi akan dapat memberikan motivasi kepada mereka untuk memperbaiki, meningkatkan, dan mempertahankan hasilnya.Sedangkan bagi pendidik, hasil evaluasi dapat digunakan sebagai diagnostik kesulitan belajar peserta didik, penempatan/memposisikan peserta didik berdasarkan kemampuannya, selektif (misalnya untuk keperluan penjurusan minat di sekolah menengah), bahan acuan untuk bimbingan, dan progress pembelajaran yang telah diberikannya (instruksional).
  • Adiministratif. Hasil evaluasi berfungsi untuk memberikan laporan kepada siswa, orang tua, sekolah, dan pihak terkait; memberikan data kepada institusi (biasanya untuk keputusan lulus atau tidak), dan memberikan gambaran tentang potensi peserta didik.
Jadi, intinya evaluasi  paan coba ???

6 komentar:

  1. evaluasi...huah...kata keramat yang bikin kita dagdigdug sambil mikir2 teknik nyontek apa lagi yah yang tokcer n gak ketahuan...hehehe

    BalasHapus
  2. nah lho... kok malah ke nyontek larinya ?? [sambil geleng2 kepala heran bin bingung ;D]

    BalasHapus
  3. di sekolah bukan ujian namanya mbak tapi EVALUASI...tiap minggu ada evaluasinya...malessss.a..hehehe...

    BalasHapus
  4. evaluasi mah luas mba, tergantung skup dan konteksnya...
    sebenarnya disetiap titik pembelajaran pasti kita melakukan evaluasi. Walaupun instrumen yang digunakan saat itu tidak dalam bentuk tes tulis... makanya tiap minggu ada, krn tidak ada kamus "on the spot" dalam evaluasi...

    hehehe... jadi serius gini jawabnya ;D

    BalasHapus
  5. iya...tapi evaluasi di otakku sudah jadi kata keramat...hehe...males...

    weleh-weleh...bahasa "bu dosen MODE ON" nya kumat...ngacir ah...

    BalasHapus
  6. emang klo gitu bahasa dosen ya ? bukannya bahasa indonesia... ikutan ngacir ah... hihi

    BalasHapus

Dilarang keras berkomentar yang mengandung unsur saru dan sarkas