Jumat, 29 Agustus 2008

Mamey... Kau telah jerumuskan aku

Kembali ku bisa menikmati pancaran wajahnya dengan puas, mulai dari dirinya terjaga hingga terlelap. Kudekatkan dan tempelkan bibirku ke keningnya secara perlahan. Khawatir ku membangunkannya.

Kenikmatan tiada terkira yang kurasakan. Setelah sekian lama kuhanya bisa menatap tumpukan kertas dan komputer sebelum tidur.

Kupandangi seluruh garis wajahnya secara leluasa. Kulihat ketegaran dan kekuatan seorang wanita yang berhasil menjebloskan anak-anaknya ke jalan kebaikan.

Bukanlah perkara mudah untuk menjadi single parents ditambah hanya berpredikat ibu rumah tangga saja. Rasanya tiada piala yang tepat untuk mengapresiasi seorang yang berhasil menjadi single parents selama hampir 29 tahun atau setara dengan usiaku...

Bohong bila sekarang hatiku tidak teriris-iris, kala mengingat segala perjuangannya. Ku mencoret inipun sambil sesekali menatap wajahnya. Pilu... kala mengingat segala perjuangan yang pahit dan terjal. Senyum... kala mengingat keceriaan dan kebahagiaan yang teraih...

Bisakah ku membahagiakannya, sebagaimana beliau selalu berusaha untuk membahagiakan kami selaku buah hatinya....

Mey, mamey, meh, mameh,ndong, keb, kebul, ibu, ibul...

Memang kuselalu mendaratkan panggilan yang berbeda untukmu. Namun,kuyakinkan semua itu lahir dari rasa yang sama.

Mey, mamey, meh, mameh, ndong, keb, kebul, ibu, ibul...

Sesungguhnya aku ini bocah dihadapanmu, kutanggalkan semua kedewasaanku di depanmu. Itulah, mengapa terkadang ku minta disuapi, gelendotan dibahumu, dan nginep di kamarmu seperti malam ini dan kemarin.

Secara perlahan kukecup kembali keningnya dan kali ini sambil membelai rambutnya, juga dengan perlahan. Sambil tak lupa kuhembuskan kalimat-kalimat ini ke udara :

"Ya ALLAH, aku tak mampu memberikan yang terbaik untuknya dan akupun belum bisa membuatnya selalu tersenyum. Akupun belum bisa menghadirkan "seseorang" dihadapannya.

Untuk itu ya ALLAH... bahagiakanlah beliau lebih dari bagaimana beliau membahagiakanku. Buatlah dia tersenyum, surutkanlah air mata kepiluannya. Dan izinkanlah beliau merasakan kebahagiaan di usia senjanya."

Mey, mamey, meh, mameh, ndong, keb, kebul, ibu, ibul...

Terima kasih sangat karena telah menjerumuskanku hingga menjadi lussy seperti yang dirimu lihat sekarang.

Robbighfirli wali walidayya warhamhuma kama robbayani soghiro...


14 komentar:

  1. amiiiinnn..
    *duh afwan comment nya ga' mutu

    BalasHapus
  2. @ibnubakri
    Mengaminkan saja itu dah bermutu bgt kok mas... Makasih sangat...

    @kang taufiq
    ^_^ makasih sgt jg buat kang taufiq, krn dah mau mengaminkan doa saya...

    BalasHapus
  3. Duh mba Lussy, ada titik air mata yg jatuh ketika membaca tulisan ini. Betapa saya pun masih jauh dari kriteria anak yg berbakti. Tak terhitung jumlah saya membuat nya bersedih, risau, marah, dibanding senyum yg saya berikan untk beliau..

    Dan juga tentang 'seseorang' itu, Isbiru ya mbak sayang, Allah akan menghadirkan nya di saat dan waktu yg tepat dgn seseorang yg terbaik dariNYA..

    "Allahumma Afriq 'Alainaa Shabraan.."

    Salam buat Ibu ya mbak..
    Banyak doa dan cinta untk beliau.

    BalasHapus
  4. amiiiiiiiiin.....

    isbir ya mbak.... *aduhkokghaknyambunk.com* :)

    BalasHapus
  5. @ilasyegaf
    makasih dek buat doa dan semuanya... semoga ALLAH meridhoi langkah2 kecil kita dalam usaha memberikan yang terbaik bagi orang2 yang kita cintai dan kasihi...

    Seps... sabar ;D... begitu juga dengan dirimu yow


    @syaiful
    Makasih kang buat pengaminan doanya... :D

    Kalo masalah gak nyambung, tenang aja... ntar saya bantuin buat nyoldernya deh... hehehe

    BalasHapus
  6. Amiinn...

    terima kasih sgt y mba anni bwt smuanya... :)

    BalasHapus
  7. weleh-weleh...kirain cut memey....(korban gosip mode ON)

    BalasHapus
  8. aduh... dimana2 kok jadi komo ya... ;D

    cut memey.... emang ada gosipnya lagi ya....

    BalasHapus

Dilarang keras berkomentar yang mengandung unsur saru dan sarkas