Tak kuasa ku menolak ajakan semilir angin
Juluran tentakelnya terus menarikku pada sebuah romansa
Romansa kehidupan yang selama ini kucoba terus gelengi dan jauhi
Ogah melihatnya, malas kumenatapnya, enggan pula kumemandangnya
Letusan air mata ini akhirnya mendutai semua rasa yang terasa
Astaghfirullahal'adzim...
Kala berhasil menapaktilasi buliran detik
Ternyata hanya lenguhan saja yang berhasil kuumbar dan terkristal selama ini...
(by. lussysf)
Juluran tentakelnya terus menarikku pada sebuah romansa
Romansa kehidupan yang selama ini kucoba terus gelengi dan jauhi
Ogah melihatnya, malas kumenatapnya, enggan pula kumemandangnya
Letusan air mata ini akhirnya mendutai semua rasa yang terasa
Astaghfirullahal'adzim...
Kala berhasil menapaktilasi buliran detik
Ternyata hanya lenguhan saja yang berhasil kuumbar dan terkristal selama ini...
(by. lussysf)
Setelah ini adalah umpan yang berhasil dilemparkan ke saya melalui SMS yang diterima pada 08/10/2006 7:08 pm...
Temaram cahaya membiarkaku terhanyut dalam sebuah imaji yang tak terungkap
Terlalu rumit untukku duga...
Tiada terlukis rasa, yang ada hanya senyuman...
Entah...
Mungkin kenaifan masih saja membelenggu ruang hatiku, hanya bisa menyangkal dan berseteru dengan realita
Namun tiada ku pungkiri, hati ini begitu rapuh...
(by. Riyaka Indiarni)
Terlalu rumit untukku duga...
Tiada terlukis rasa, yang ada hanya senyuman...
Entah...
Mungkin kenaifan masih saja membelenggu ruang hatiku, hanya bisa menyangkal dan berseteru dengan realita
Namun tiada ku pungkiri, hati ini begitu rapuh...
(by. Riyaka Indiarni)
*beliau adalah salah satu "teman di kelas" angkatan 2006
Seru.. Tek tokan puisi ya?
BalasHapuskayak tema acara TV aja dek... sabtu seru...
BalasHapuskalau buatan riyaka emang puisi, tp kalo buatan saya mah blm bisa dikategoriin puisi. Hanya sekedar coretan untuk menektok balik puisinya mba riyaka :)
belom tidur dek ??? apalagi gantiin hansip buat ronda... hehehe
BalasHapus