Minggu, 12 Oktober 2008

Itikaf freelance

Berdiam di masjid memang indah dan nyaman. Saat diri berusaha mensterilkan diri dari dunia luar. Saat hati berusaha mengkebiri rasa yang sedang banyak terasa. Saat diri berusaha mengusir ion-ion negatif yang berhasil menginvasi kepala. Mencoba meranumkan iman yang makin hari makin merontok saja rasanya. Sudah tidak berbunga. Bila berbungapun hanya sesaat, kemudian gugur lagi menikam bumi.

Tiga hari ini saya merasa bagai melakukan itikaf freelance di At Tin. Istilah yang aneh memang. Karena saya berdiam diri di sana memang dalam rangka menunggu waktu sholat. Seringnya dari maghrib ke Isya, selebihnya lepasan saja. Saya melakukan itikaf freelance ini, karena kebetulan saya ada acara di dekat At Tin dan menginap pula. Jadilah, apa yang telah saya ungkapkan di atas terjadi.

Singkat cerita, pada waktu menjelang shalat isya pada hari terakhir saya di sana. Dua orang ibu berkerudung dan seorang mba berusia sekitar 35an menghampiri kami (saya dan mba mira - teman saya). Lalu mereka bertanya "mba-mba ini keluarganya ?" [sambil menunjuk ke arah seorang perempuan bermukena hijau putih]. "Oh... bukan bu. Memangnya ada apa ya ?" jawab kami. "Dari tadi kami lihat mba itu ngomong dan ketawa cekikikan sendiri" Sontak mata kami beralih ke arah pandang ibu itu terus kemudian kami secara bersama ikut memperhatikan perempuan itu.

Iya... bener apa yang dikatakan mba dan ibu itu. Tapi setelahnya, kami berhusnudzon... "mungkin lagi nelpon pake handsfree kali ya"... beberapa saat kemudian kami melihat beliau buka mukena dan rasanya beliau akan mengambil wudhu. Hasil dari pandangan singkat itu, kami tidak melihat benda yang bergelantungan di badannya yang mengindikasikan bahwa beliau sedang berhape-hape ria.

Iqomah shalat isya dah berkumandang, tapi mba itu tetap asyik sendiri dengan dunianya. Akhirnya saya hampiri beliau sambil berkata : "mba, mau ikut shalat berjamaah ? kalau iya, ke depan aja yuk mba, biar shafnya lempeng. Maaf ya mba, saya minta pindah"

Dengan sedikit tergagap dan tatapan mata yang agak kosong beliau berkata "ooo... gak papa mba" dan beliau mengikuti saya.

Setelah shalat kejadian itu berulang lagi... akhirnya kami memutuskan berdiam lebih lama di masjid dengan mencoba membaca ayat kursi dan ayat dalam surat Al Baqarah lainnya. Tetap tidak berubah...

Ya ALLAH... ada apa dengan beliau ? pertanyaan itu yang terus berputar di kepala kami. Dari tampilan terlihat bagai orang kebanyakan, putih, dan bisa dikatakan cantik pula. Ya ALLAH ada apa dengan ini... karena malam semakin larut dan rasanya kita sudah meninggalkan acara cukup lama dan sudah di contact untuk balik pula. [hehehe... dasar bandel]


Ya ALLAH...
Jika mba ini seperti itu karena masalah yang sedang dihadapinya, maka ringankanlah bebanya
Jika karena penyakit, maka sembuhkanlah penyakitnya, dan
Jika karena makluk-makhlukmu yang "tak terlihat", maka jauhkanlah darinya....

Amiin



*kami membahas kasus mba ini sampai pagi menjelang sebelum tidur.... sampai pada satu kesimpulan jangan-jangan scizophrenia...





12 komentar:

  1. semoga dimudahkan semua urusan qita

    BalasHapus
  2. iya bunda...

    amin ya rabbal'alamin... :)

    BalasHapus
  3. Ga diajak pulang bareng untk di investigasi lbh lanjut mba? :D

    titip doa ya mba klw i'tikaf lg.. ^^

    BalasHapus
  4. Semoga si mbak mendapat rahmat dan pertolongan dari Alloh SWT

    Seandainya ada yang bisa teknik SEFT mungkin si mbak itu bisa tertolong ya?

    BalasHapus
  5. @ilasyegaf
    Sayangnya nggak dek... Lah kita aja lagi melarikan diri dari rutinitas acara... Hehehe

    InsyaALLAH dek. Mau doa apa ? Smakin banyak, mk bayarannya akan smakin mahal... Hehehe

    @kopiradix
    Mungkin... Sayangnya g ada yang tau... Doakan aja beliau gak knapa2... :)

    BalasHapus
  6. @ilasyegaf
    Sayangnya nggak dek... Lah kita aja lagi melarikan diri dari rutinitas acara... Hehehe

    InsyaALLAH dek. Mau doa apa ? Smakin banyak, mk bayarannya akan smakin mahal... Hehehe

    @kopiradix
    Amin ya rabbal'alamin

    Mungkin... Sayangnya g ada yang tau... Doakan aja beliau gak knapa2... :)

    BalasHapus
  7. Amiin, dan semoga ada yang mau belajar, bukunya ada di Gramedia, he he he

    BalasHapus
  8. Ada ya ???

    Dibagian buku apa mas ?

    ntar deh klo maen2 ksana, saya coba intip2... :)

    BalasHapus
  9. Wah, maaf, lupa tuh mbak. Kalau saya dulu beli di Wali Songo, Kwitang. Mungkin di bagian yang ada hubungannya sama psikologi atau kesehatan :)

    BalasHapus
  10. Ooo... Y udin... Nanti tak coba aduk2 tuh gramed matraman... Hehehe

    makasih infonya mas

    BalasHapus
  11. sama-sama mbak, Insya Alloh gak nyesel deh :)

    BalasHapus
  12. Kita lihat dan buktikan saja nanti yey... ;D

    BalasHapus

Dilarang keras berkomentar yang mengandung unsur saru dan sarkas