Bukan bermaksud menyombongkan diri, tinggi hati, ataupun congkak. Sejak tanggal 30 pagi (tepatnya setelah shubuh) sampai dengan tanggal 1 malam, hape saya secara sporadis selalu saja dihinggapi SMS bernada dan bersubstansi hampir sama. Sampai-sampai saya berujar asal kayak gini : "biar cepet ngebalasnya, kayaknya asyik nih klo balasannya dalam bentuk angka bukan huruf. Jadi, kayak dinilai gitu deh... Hehehe"
Dan alhamdulillah saya berhasil membalas SMS itu semua, dengan sedikit mencolong waktu disela-sela aktivitas silaturahmi ke tetangga dan famili.
Subhanallah... Saya merasa sangat tersanjung dengan semua SMS yang saya terima. Saya yang banyak salah, tapi mereka yang memohon maaf duluan. Jadi malu...
Dengan tidak mengurangi makna di hati dari semua SMS yang hadir, ada 2 SMS yang dapat menarik mata dan hati saya untuk lebih memaknai segala pernik yang ada di kehidupan ini.
Pertama, SMS yang memberitahukan bahwa ibu dari orang tua Bayu Guna ("teman di kelas") telah menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 30 September 2008 jam 5 pagi dikarenakan tumor ganas. Sontak saya langsung berucap : innalillahi wa innailaihi roji'un" dan selang beberapa detik saya langsung mengirim SMS turut berduka kepada beliau.
Ya ALLAH, sesungguhNya apa yang melekat pada diri kami adalah milikMu. Dan tiada kuasa yang kami miliki, bila Kau akan mengambilnya sewaktu-waktu. Ya ALLAH, ambillah kami dalam keadaan husnul khotimah dan sebaik-sebaik pengakhiran hidup. Amiin...
Kedua, SMS (tepatnya MMS) dari Anis Matta yang berhasil saya baca terus-menerus dan sempat saya forward juga (dengan tetap mencantumkan nama beliau lho). Ini dia MMS dari Anis Matta tersebut :
"Ya ALLAH...
Berilah aku kedalaman ilmu yang dapat menghalau syubhat
Kematangan fiqh yang dapat meneguhkan hati menghadapi fitnah
Ya ALLAH...
Berilah aku ketegaran iman yang dapat mengalahkan syahwat
Kesabaran jiwa yang dapat mengalahkan kelemahan karakter kami
Ya ALLAH...
Turunkanlah sakinah ke dalam hati kami saat kami menghadapi tantangan
Turunkanlah cinta dan kelembutan ke dalam jiwa kami saat kami menghadapi perbedaan
Kuatkan aku menghadapi diriku sendiri sebagaimana Kau kuatkan aku menghadapi musuh-musuhku dan musuh-musuhMu
Ya ALLAH...
Ajarkan aku makna diam saat berkarya besar
Ajarkan aku makna keyakinan saat kegagalan
Ajarkan aku makna keteraturan saat kekacauan
Ajarkan aku makna keadilan saat kemarahan
Ajarkan aku makna iffah dalam kepapaan
Ajarkan aku makna zuhud dalam keberhasilan
Ajarkan aku makna keabadiaan saat godaan sementaraan
Ya ALLAH...
Kuserahkan jiwaku padaMu, maka bimbinglah ia hingga waktu menghadap di haribaanMu
SELAMAT IDUL FITRI... MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
(Anis Matta)
*Ya ALLAH... begitu banyak hikmah yang Kau terbangkan di dunia ini, rasanya tiap detik tiada yang lepas dari jajahan hikmah. Namun, mengapa kesombongan kami sebagai manusia membuat kami menjadi tidak ngeh akan itu semua. Ya ALLAH bantulah kami untuk memamah, merefleksi, memaknai, dan memugar kembali segala peristiwa yang berseliweran di sekeliling kami. Dan Ridhoilah kami, agar kami bisa mengakhiri episode kehidupan kami dengan sebaik-baik pengakhiran. Amiin...
aamiin..
BalasHapusAmin ya rabbal'alamin
BalasHapusAmin...
BalasHapusSy jg dpt Sms dari ket Dpw,tp isinya gini.."kalo ada si X ngaku2 sodara,ngaku2 dr Dpd dll mhn dihiraukan saja" he he he
Keren tuh mba SMSnya... Dah ada tindakan preventif terhadap oknum yg suka ngaku2. Hehehe
BalasHapusBtw, SMS dari ketua DPW apa ya mba ??? ;D
Tfs ya mbak.. Jadi bahan renungan saya T_T
BalasHapusSama2 mba... Begitu pula dengan saya...
BalasHapusSebuah bahan kontemplasi yang indah, tajam, dan mendalam...
amiiiiin
BalasHapusAmin ya rabbal'alamin ^_^
BalasHapuswuih senangnnya ya dapat sms Anis Matta.. BTW met idul fitri mohon maaf lahir dan batin yaaa... :)
BalasHapusamiin....
BalasHapusyang dapet SMS dari beliau kakak saya. Saya cuma nebeng baca, forward, n posting di sini sekalian... hehehe
BalasHapusBiar semuanya bisa membaca dan merasakan "nyawa" SMS Ied dari beliau :)
amin ya rabbal'alamin...
BalasHapus