Rabu, 08 September 2010

Ya ALLAH, aku malu...

Bila kata sudah tak sanggup lagi bersuara, lalu mesti dengan apakah kita berbicara? Kala suara sudah tak mampu lagi berkata meskipun dalam getar. Kala kata sudah tak mampu lagi dieja meski dalam pelan. Kala kata yang tergambar begitu terasa tawar. Kala kata cuma bisa terlukis hanya dengan tangis. Hatiku pun semakin teriris...

Malam ini kucermati secara leluasa titian hari yang telah terlampaui. Kurasai segala bentukan doa yang telah KAU wujudi. Kukagumi segala olah goresan skenario hasil besutanMU. Semua begitu indah... Aku malu dengan itu semua Ya ALLAH. Malu saat kulihat hasil takaran kualitas penghambaanku padaMU. Benar-benar tidak pantas rasanya ku diganjar dengan itu semua.

Ya ALLAH... Aku malu. Aku benar-benar malu dan semakin menanjak saja rasa malu itu kala ku mulai lagi mengangsurkan segala permohonan padaMU. Dan semakin tidak tahu malunya aku, kala ku seperti memberi deadline untuk pelunasan semua doa itu. Ya ALLAH... Sekarang apa yang mesti terucap dalam lisanku, bila semua yang KAU beri jauh lebih baik dari yang ku lantunkan padaMU. KAU selalu memberikan yang kubutuhkan. Bagaimana ku tidak bertambah malu padaMU...

"...Ya ALLAH, janganlah ENGKAU serahkan diri kami pada kami sendiri, sekedip matapun..." (Hadits Riwayat Abu Dawud, Nasai, dan Ibnu Hibban)

"Ya ALLAH, buatlah aku rela dengan keputusanMU, berkahilah aku dalam takdirMU hingga aku tidak suka meminta dipercepat apa yang ENGKAU tunda, dan meminta ditunda sesuatu yang ENGKAU percepat" (Umar bin Abdul Aziz ra)

3 komentar:

  1. Bila kau tak lagi bisa bersuara..
    Kau bisa menggunakan bahasa tulisan maupun isyarat..
    Seperti yang banyak di gunakan anak2 tunarungu yg tak mampu membeli alat bantu dengar sehingga mereka tak bisa bersuara..
    Dan yakinlah isyarat itupun kan sampai..
    Bukankah Allah maha tau apa yg ada di hati umatnya..

    *maap nyelonong koment ^^

    BalasHapus
  2. mba nita:
    itu tuna rungu apa tuna wicara? Walaupun klo tuna rungu biasanya tuna wicara (eh, gitu gak sih? :D)

    yoa mba nit, sepatu (sepakat dan setuju) n baju (banget2 setuju) :D

    *berarti penjagaannya kurang ketat nih, sehingga dirimu bisa nyelonong gini, sbg sangsinya coba sekarang mba nita ngelenong sampai saya bengong ;D

    abah:
    udahan weee...

    BalasHapus

Dilarang keras berkomentar yang mengandung unsur saru dan sarkas