Eriyanto (dalam Priyono Santosa, 2008: 16) mengungkapkan tentang ide dan gagasan Marxis dan Mazhab Frankfurt yang melihat masyarakat sebagai suatu sistem kelas.
Masyarakat dilihat sebagai suatu sistem dominasi, dan media adalah salah satu
bagian dari sistem dominasi tersebut.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Media adalah alat kelompok dominan untuk memanipulasi dan mengukuhkan
kehadirannya sembari memarjinalkan kelompok yang tidak dominan
bagian dari sistem dominasi tersebut.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Media adalah alat kelompok dominan untuk memanipulasi dan mengukuhkan
kehadirannya sembari memarjinalkan kelompok yang tidak dominan
=================
"Saat dunia nyata dan dunia maya saling berebut eksistensi. Kala dunia nyata semakin terkudeta oleh dunia maya. Kala semakin terkonvergensinya hijab dunia nyata dan dunia maya. Saat dunia nyata makin kehilangan pamornya. Maka, dimana dan bagaimanakah seharusnya kita memposisikan "hand, head, and heart" kita ?
Cuma satu jawabannya: bijaksanalah dalam bermedia karena "media sesungguhnya hadir untuk mempercepat pencapaian tujuan dan bukan tujuan itu sendiri". Jadi, jangan sampai kita mau diperbudak apalagi sampai mendewakan media. Sesungguhnya kitalah juragannya dan setir tetap ada di tangan kita.
Ingat, media bagai pisau bermata dua. Jika tidak pandai-pandai menggunakannya, maka kitalah yang akan terbunuh.... cepat atau lambat..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Dilarang keras berkomentar yang mengandung unsur saru dan sarkas