Ku datang kau sembunyi
Ku dekati kau pun lari
Ada apa dengan kau, wahai sahabat?
Aku memang belum mengenal sosokmu secara dalam
Mungkinkah itu yang membuat ku haram bertemu denganmu?
Aku memang takkan bisa merasa seperti yang tengah kau rasa
Akupun takkan mampu mengenyahkan kerikil yang menjadi sandungan hatimu
Tapi paling nggak, aku bisa menjadi tong sampah bagimu
Silahkan kau buang sebau apapun itu
Kukan tangkap semua dengan ikhlas
Perlu kau sadari flight reaction yang kau bangun itu, tidak menjadikan kerikil di hatimu sirna... Tidak sama sekali...
Bahkan kerikil itu akan terus tumbuh menggunung
Tadi aku mendatangi kediamanmu, entah untuk kali keberapa
Sudah terenduskah bauku olehmu?
Hingga kau menghilang
Sms, telponpun tak kau jawab
Sudah sebegitu soliterkah dirimu?
Sahabat,
Maaf jika kata yang kusematkan untukmu ini terlalu berlebih
Tapi jujur aku ingin menjadi sahabatmu atau apalah
Yang jelas aku ingin coba ikut meringankan bebanmu
Apalagi setelah mendengar banyak cerita dari ibumu
Ahhh... Sebegitu beratkah beban ini untukmu?
Sahabat bangunlah, keluarlah, dan rasakanlah betapa sinar mentari masih mau tersenyum dan menyapamu dengan manis
Janganlah kau terpuruk untuk hal yang tidak hakiki
Sahabatku, dunia ini terlalu sebentar untuk dijejali hal semacam itu
Satu yang bisa kucoba ucapkan, aku akan setia menantimu walaupun kau tak pernah mengharapkan kehadiranku...
*Beri aku kesempatan untuk bisa menyeka gelap di hatimu. Jangan terus kau benamkan dirimu dalam masalah ini. Berbagilah... Usah kau lara sendiri...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Dilarang keras berkomentar yang mengandung unsur saru dan sarkas