.post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}

Senin, 12 April 2010

Hmmm: entahlah...

Diam
Apa yang didapat dari hanya sekedar diam?
Jika suara memang sedang sangat dinantikan
Apakah sunyi pertanda kesyahduan bisa dijadikan alasan?
Bilakah senyum mampu mengkonkritkan sebuah keabstrakan?
Ahhh entahlah... Kupun melintas dengan segenap doa yang kucoba tabur ke udara
: Cuma degup yang mampu tergelar dalam kestagnasian rona


7 komentar:

  1. Iya... Hayoo gimana coba cara ngonkritin yg enak dan sedap? ;)

    BalasHapus
  2. "Diam".
    "Tolong jawablah 'Diam', jangan kau siksa aku dengan diam-mu".

    BalasHapus
  3. diam: Dengan Izin ALLAH aku Melamarmu :D

    BalasHapus
  4. diam: Dengan Izin ALLAH akupun Menerimamu ;)

    BalasHapus
  5. hehe... abis gmpgan bikin yg abstrak drpd konkrit, contohnya: skripsi noh. klo konkritnya blm slsi, pasti abstraknya blm jd :D

    mendingan nyanyi aja dah:
    abstrak abstrak pisang
    pisangku blm abstrak
    abstrak sebiji
    dihurung bari2
    *hehe... maaf buat yg dah ngegubah lg aslinya krn lagunya dah sy modif*

    BalasHapus

Dilarang keras berkomentar yang mengandung unsur saru dan sarkas