Kira-kira apa coba persamaan antara the power of color, the power of love, dan power rangers? Yups bener banget... jawabannya adalah sama-sama memiliki power dan sama-sama memiliki warna... hehehe... Gak makna banget ya prolognya? biarin aja ah yang penting mints, eh salah deng kalau ini mah kata-kata yang ada di iklan permen ya. Maksudnya, biarin aja yang penting benang merahnya dah nyampe walaupun maksa. Daripada ngomong ngalor-ngidul gak karuan mending langsung aja ya... ikan hiu ikan pari... yiuukkk mariii 
Tidak bisa dipungkiri apalagi pungkanan bahwa warna memiliki peranan penting dalam membangkitkan psikologis seseorang. Bahkan terkadang kita tertarik pada suatu hal pun awalnya dari warna. Gonjreng apa nggak? hehe. Tapi sumpe deh yang saya tulis ini gak mengada-ada karena mengenai ini sudah ada penelitiannya. Robert Gerard, Ph.D dari University of California, Los Angeles yang telah menelitinya. Dia meneliti tentang pengaruh psikologis warna terhadap kegelisahan, getaran dan peningkatan kondisi psikologis, serta aliran darah. Penemuannya menghasilkan bahwa setiap jenis warna memiliki panjang gelombang, mulai dari ultraviolet sampai infra merah (atau merah ke biru). Semua warna tersebut dapat mempengaruhi otak dan tubuh kita secara berbeda. Dikatakan berbeda, karena hal tersebut tergantung juga pada kepribadian dan kondisi pikiran seseorang pada saat itu. Apabila kamu sedang merasa sangat tertekan dan gelisah, misalnya, maka warna merah akan semakin dapat meningkatkan keagresifan kamu. Akan tetapi, jika kamu sedang relaks, maka warna merah akan dapat memicu kedekatan dan emosi yang positif. Jadi, bisa dikatakan sama warna dapat menghasilkan rasa yang beda.
Nah, kalau mau tahu bagaimana kekuatan sebuah warna lebih lanjut, yuk sama-sama kita baca deretan kata-kata berikut ini:
- Merah, adalah warna yang memicu kedekatan dan emosi. Sangat baik untuk pilihan warna restoran. Warna ini dianggap lebih menganggu oleh orang yang sedang gelisah atau marah, dan lebih menarik bagi orang yang tenang. Warna itu dapat memicu kelenjar pituitary dan adrenal, serta melepaskan adrenalin. Dapat meningkatkan tekanan darah dan pernapasan, serta menstimulasi selera serta sensasi bau.
- Kuning, adalah warna pertama yang dapat dikenal seseorang dalam otaknya. Punya kaitan dengan stres, perhatian, dan penangkapan, tetapi juga dapat menstimuli keseluruhan dari rasa optimisme, harapan, dan keseimbangan. Sangat baik untuk digunakan di dalam kelas.
- Oranye, punya karakteristik sebagai perpaduan antara kuning dan merah. Merupakan salah satu warna terbaik untuk menstimulasi pembelajaran.
- Biru, adalah warna yang paling menenangkan. Warna biru dapat menenangkan rasa pada diri seseorang dan meningkatkan perasaan baik. Ketika kamu melihat warna biru, otak kamu melepaskan sebelas neurotransmitter yang dapat merelakskan tubuh, serta dapat mengakibatkan temperatur, perspirasi, dan selera. Biru mungkin merupakan warna yang agak terlalu menenangkan bagi kebanyakan lingkungan pembelajaran.
- Hijau, juga merupakan warna yang menenangkan. Ketika memberi respons, tingkat histamin dalam darah dapat meningkat, yang hal ini dapat menurunkan sensitivitas terhadap alergi-alergi makanan. Antigen-antigennya mungkin saja menstimulasi penyembuhan sistem imun secara keseluruhan dengan baik.
- Warna-warna gelap, menurunkan tingkat stres dan meningkatkan perasaan damai.
- Cokelat, mendorong rasa aman, relaksasi, dan mengurangi kelelahan.
- Warna-warna terang, seperti merah, oranye, dan kuning memercikkan energi dan kreativitas. Warna-warni ini juga dapat meningkatkan perilaku agresif dan gelisah.
- Kelabu, adalah warna yang paling netral.
Dicuplik dan sedikit diramu dari:
Jensen, Eric. Brain-Based Learning: Pembelajaran Berbasis Kemampuan Otak Cara Baru dalam Pengajaran dan Pelatihan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.
sumber gambar: photonengr.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Dilarang keras berkomentar yang mengandung unsur saru dan sarkas