.post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}

Rabu, 08 September 2010

Resume Filsafat Ilmu #1

Tujuan dari mata kuliah Filsafat Ilmu adalah untuk mengetahui sejarah perkembangan dan hakekat ilmu, mengimplementasikan berfikir ilmiah dalam memperkaya khasanah penalaran, psikodelik, memperluas wawasan ilmu, dan untuk menumbuhkan platuk spirit inovasi. Guna memenuhi target tersebut, maka perlulah kiranya diberikan sejumlah materi terkait yang secara singkat dapat terbaca dalam “apa, mengapa, dan bagaimana”nya.


MENGAPA

Ada tiga hal yang melatarbelakangi mengapa filsafat ilmu perlu dipelajari, yaitu: sebagai landasan epistemologi penelitian, psikodelik spirit inovasi, dan episteme.

Landasan Epistemologi Penelitian

Dikatakan sebagai landasan epistemologi penelitian karena filsafat ilmu merupakan ‘Quin of the Quins’ of any sciences. Ratu dari semua ilmu murni, seperti matematika, fisika, biologi, kimia, dan humaniora. Ilmu-ilmu di atas dapat diteliti dengan metodologi penelitian kualitatif dan kuantitatif. Melalui metode kualitatif, sebuah kasus dapat diteliti secara sangat mendalam, sementara melalui metode kuantitatif, informasi yang didapat (data) dapat diubah dalam bilangan sebagai data manifes.

Psikodelik Spirit Inovasi

Povlof, seorang filsuf Rusia yang pindah ke Amerika, mempunyai pemikiran pragmatis bahwa “The truth is in the making”. Ini artinya bahwa manusia akan dihargai dari tampilan atau materi yang dia miliki, bukan dari manfaatnya bagi orang lain. Sesungguhnya manusia harus dihargai atas perbedaannya dari orang lain, karena setiap manusia adalah unik. Manusia ada yang banyak berfikir dengan menggunakan belahan otak kiri: konvergen misalnya kuat akan ilmu MIPA, dan ada pula yang banyak berfikir menggunakan belahan otak kanan: divergen, misalnya kuat akan ilmu-ilmu sosial. Terkait dengan hal tersebut, maka filsafat ilmu mendorong/memicu seseorang untuk dapat melakukan penanjakan pikiran kreatif menuju kreatifitas yang paling tinggi (iluminatif/pencerahan) yang biasa disebut dengan psikodelik (extension of the mind).

Episteme

Epistemologi berasal dari bahasa Yunani, episteme= pengertian (pengetahuan) dan logos (ilmu). Jadi epistemologi berarti ilmu yang menyelidiki pengertian beserta seluk beluknya. Apa itu “mengerti sesuatu” atau “tahu sesuatu”? Dengan kata lain, epistemologi mempelajari  “knowledge about knowledge”

 

APA

Banyak hal yang masuk ke dalam wilayah bahasan filsafat ilmu, diantaranya: definisi dari pengetahuan, ilmu, ilmu pengetahuan, dan filsafat ilmu pengetahuan; kedudukan filsafat ilmu dalam ilmu dan filsafat; ciri pengetahuan ilmiah, pendekatan scientific Plato/Aristoteles; scope filsafat, dan ilmu (body of knowledge, paradigma, dan transformasi).

 

BAGAIMANA

Sesungguhnya untuk memahami dan memaknai sesuatu hal dibutuhkan sebuah proses yang bersifat prosedural. Demikian halnya dengan mata kuliah ini, untuk memahaminya dibutuhkan tahapan-tahapan pemaknaan, mulai dari bagaimana cara kerja filsafat ilmu, bagaimana berpikir analisis – kreatif, bagaimana merefleksi suatu hal, dan juga belajar dari sejarah para tokoh, seperti: Bronowsky: invisible fine structure of matter: api; discovery of oxygen: Antoni Lavoisier, Galileo Galilei 1564: creator modern scientific method Copernicus; Kepler: 3 hukum planet; Newton: gravitasi bumi; Einstein: prinsip relativitas (fisika); Darwin, Wallace, Mendelev (biologi); Maxwell, Herz, Gauss: paradox of science; Heinsenberg: principle of uncertainty; Scilard; Mendel; rekayasa genetika: stem cell experiment, information technology

 

Demikianlah gambaran umum dari mata kuliah Filsafat Ilmu yang akan disajikan satu semester ke muka, sekaligus juga merupakan inti dari apa yang disampaikan dalam pertemuan perkuliahan kali ini.


--------------------

Dibuat dan disajikan oleh: Lussy Dwiutami Wahyuni dan Yovi Bathesta dalam Mata Kuliah Filsafat Ilmu, resume TM-1: 3 September 2010

sumber gambar: stit1a08.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dilarang keras berkomentar yang mengandung unsur saru dan sarkas