.post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}

Jumat, 04 Juni 2010

Ruang Kosong: Sampai Ketemu di Gaza

Saudaraku...
Bila kau longok jiwa kami saat ini, pasti kau kan temukan rona yang nyaris sama di sana. Pucat dan bahkan hampir tak berona.

Saudaraku...
Bila kau sentuh hati kami saat ini, pasti kau kan dapatkan termal yang nyaris sama di sana. Dingin dan mungkin nyaris beku.

Saudaraku...
Bila kau menyambangi hati kami saat ini, pasti kau kan dapatkan pemandangan ruang yang nyaris sama pula. Kosong, tak berisi.

Saudaraku, sebenarnya lebih dari itu yang kami rasakan untuk menggambarkan kehengkanganmu dari sisi kami. Terlalu banyak rasa yang bisa menyodok mata kami untuk mengeluarkan buliran air. Mungkin hal ini yang sempat kami sembunyikan kemarin di hadapanmu. Air mata...

Kami menyuarakan ini bukan karena kami tidak rela kau pergi. Tidak sama sekali. Bahkan kami bangga dan salut karenanya. Sekarang izinkan kami untuk belajar menggambarkan dan memprasastikan keberadaanmu, wahai saudaraku...

Saudarakau, banyak cerita yang sudah kita perjuangkan bersama. Mulai dari "makar" kecil sampai "makar" raksasa. Dan setiap fase yang terlewat itu semakin mengokohkan seperti apa sosokmu. Ikatan ukhuwah islamiyah ini semakin ranum dengan adanya dirimu. Pun bila selama ini ada riak-riak kecil di antara kita, itu murni karena kamus yang kita gunakan dalam mengartikan suatu hal agak berbeda.

Sekarang ruang ini benar-benar kosong untuk waktu yang cukup lama. Kau akan berjihad di belahan bumi ALLAH yang lain. Dan kini kami baru benar-benar merasakan bagaimana keberartian seseorang benar-benar terlihat. Ruang kosong yang ditinggalkan setelah dia pergi. Semakin besar ruang kosong yang tertinggal, akan semakin besar keberartian orang tersebut di sisi. Dan coba kau lihat sekarang, berapa besar ruang kosong yang kau tinggalkan di lubuk hati kami? Sangat besar saudaraku...

Cuma doa yang bisa kami sematkan untuk merendengi jalanmu. Semoga ALLAH selalu melururskan niatmu dan selalu mengokohkan langkah-langkahmu di jalanNYA. Selamat berjihad di belahan bumi ALLAH yang lain saudaraku...

Sampai ketemu di Gaza... ALLAHU AKBAR.


"Pertemuan kita di suatu hari
Menitikkan ukhuwah yang sejati
Bersyukurku ke hadirat Illahi
Di atas jalinan yang suci

Namun kini perpisahan yang terjadi
Dukaan yang menimpa diri
Bersabarlah di atas suratan
Kau tetap pergi jua

Kan kuutuskan salam ingatanku
Dalam do'a kudusku sepanjang waktu
Ya ALLAH bantulah hambamu
Mencari hidayah dari padaMU
Angan didikkan kesabaranku
Ya ALLAH tabahkan hati hambamu
Di atas perpisahan ini
(Teman betapa pilunya hati menghadapi perpisahan ini. Pahit manis perjuangan telah kita rasa bersama. Semoga ALLAH meridhoi persahabatan dan perpisahan ini. Teruskan perjuangan...)

Senyuman yang tersirat di bibirmu
Menjadi ingatan setiap waktu
Tanda kemesraan bersimpul padu
Kenangku di dalam do'amu
Semoga Tuhan berkatimu...."

(doa perpisahan by Brother)



*sumber gambar: hijrahcintaku.blogspot.com

7 komentar:

  1. terima kasih sangat mas buat apresiasinya...

    BalasHapus
  2. sama2 kisah Palestina memang mengetuk hati kita semua mbak

    BalasHapus
  3. iya... bukan cuma mengetuk, tapi juga menggedor dan mendobrak hati2 kita :)

    BalasHapus
  4. cuman sayang presiden2 negara muslim kayake bobonya pules bener

    BalasHapus
  5. Kira2 perlu dibanjur ama air gak, biar pada bangun? :D

    BalasHapus
  6. presidennya mantan tentara dah biasa denger suara bom n senapan jadi nek air kayake mlempem2 aja

    BalasHapus

Dilarang keras berkomentar yang mengandung unsur saru dan sarkas