.post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}

Minggu, 17 Agustus 2008

Lelaki Tanpa Kepala dan Tangan di Ragunan

Sebenarnya saya sudah gak kuat buat mencoretkan semua ini di sini, namun sepertinya harus, agar getaran badan dan hati ini setidaknya bisa sedikit menyurut. Selain, agar semua bayangan peristiwa yang menari-nari di pelupuk mata ini bisa segera terkelarkan dengan segera. Biar semua kejadian itu tidak menjadi mimpi buruk dalam tidur saya.

Seseorang tanpa tangan pastinya masih bisa hidup, namun jika seseorang tanpa kepala, apakah dia masih hidup ??? Tidak akan. Seseorang tanpa kepala pasti akan mati.

Semua fenomena itu saya temukan tadi sore saat sedang bepergian dengan kebul [salah satu panggilan yang saya daratkan ke ibu saya], mba yulay [kakak ipar saya], dan vrita [keponakan saya] ke Kebun Binatang Ragunan. Saat sedang asyiknya menikmati nuansa yang ada, tiba-tiba saja tanpa sengaja saya melihat fenomena itu semua. Semua tergelar di depan mata. Gratis. Gemetar mendadak, deg-degan, dan langsung tidak bisa berkata apa-apa. Ternyata di daerah itu banyak lelaki tanpa kepala dan tangan dengan posisi lateral antara satu pasangan dengan pasangan lainnya. Dengan posisi tiap pasangan berada kurang dari radius 100 meter [kira-kira].

Tahukan maksud saya, ternyata disana banyak pasangan yang sedang "beraktivitas", "berjuang", dan "bergerilya", sehingga menurut saya kebun binatang bukan lagi hanya tempat binatang tapi juga kebun bagi manusia-manusia berperilaku binatang. Mereka semua sudah mati. Manusia yang gak punya lagi rasa malu untuk melakukan zina [apapun itu bentuknya] di tempat umum. Dimana tempat banyak orang berlalu lalang, banyak mata memandang, banyak anak-anak berkeliaran, dan pastinya apakah mereka tidak sadar bila segala perilaku mereka itu dilihat ALLAH. Apakah mereka tidak berpikir bahwa maut bisa datang kapan saja ? Dan bisa saja saat itu adalah akhir waktu mereka, relakah mereka berakhir seperti itu ???
Na'udzubillah min dzalik...

Sampai kami [saya dan mba yulay] berpikiran seperti ini, bila di daerah itu masih banyak rumput rimbun mungkin sudah banyak terjadi pemandangan rumput bergoyang kali. Astagfirullah'aladzim... kepingin rasanya buat ngejumroh tuh orang-orang... [secara dah diliatin dan sedikit diteriakin aja masih gak berasa]

Saya gak akan mengilustrasikan secara jelas adegan yang saya lihat tadi, karena saya gak kuat untuk mengilustrasikannya kembali. Lelaki tanpa kepala dan tangan adalah sebuah clue dari sebuah kebejatan, tebak aja kemana tuh larinya tangan dan kepala tuh lelaki. Dan bodohnya lagi kenapa tuh perempuan memberikan secara sukarela plus menikmati, padahal di posisi ini kan yang rugi adalah pihak perempuannya. Karena sudah mau digrepe-grepe oleh lelaki yang tidak punya nyali buat tanggung jawab, tapi cuma pengen enak. Astaghfirullahal'adzim...

Apakah ini miniatur dari kadar moral bangsa Indonesia ???


Ya ALLAH...
sungguh hamba tidak kuat untuk melihat ini semua
dan bodohnya tidak banyak yang bisa hamba lakukan tadi
hanya bisa mendesirkan do'a dalam hembusan nafas yang tiba-tiba tersekat dan tersengal
menahan tangis... miris...

Ya ALLAH...
kumohon jagalah hamba dari kesesatan cinta
terangkanlah mata hati hamba agar dapat melihat cinta sejati dariMu
ridhoilah hamba agar dapat menempatkan dan memanfaatkan cinta sesuai porsinya
dan bantulah hamba agar tidak mabuk dengan cinta semu
bila perlu seret dan tamparlah hamba sekeras-kerasnya, bila mulai menjauh dari dekapan cintaMu
Ya ALLAH aku mohon....

31 komentar:

  1. Iya ya mbak, kalau kepala sama tangan sudah disalah guna, apa bedanya sama yang gak punya :(

    BalasHapus
  2. Iya mas... moral, rasa malu, n kemanusiaan mereka dah mati... Klo gak mau sgr bertobat, mending gak usah jd manusia aja sekalian...

    Na'udzubillah... :(

    BalasHapus
  3. Kalau kita ingin melakukan perbaikan, mulainya dari mana ya mbak?

    BalasHapus
  4. Kata Aa Gym sih y 3M itu : mulai dr diri sendiri, mulai dr hal yg kecil, n mulai dr sekarang

    Semoga dipermudah ALLAH dlm menjlnkannya

    BalasHapus
  5. Astaqfirullah.. *miris*
    coba di sana bagian Keamanan nya bisa mensweeping oknum2 yg seperti itu. Ya Allah mba, jgn sampai perbuatan segelintir orang hingga mengundang murka Allah. Naudzubillah..

    BalasHapus
  6. Iya dek... Semakin sore smkn kacau tuh oknum... Kayaknya mereka gak mau kalah dgn para penghuni ragunan sebenarnya dek... ;D

    BalasHapus
  7. Oya mba, kira2 ragunan tutup nya sampe jam berapa ya? kalo di sini juga sama ada aja yg kaya gituan di taman KLCC, tapi menjelang maghrib dengan satpam dah ditutup khawatir jadi tempa PESTA KEMAKSIATAN.....

    Bagaimana nanti yah...kalo terlahir generasi2 dari pasangan seperti itu semua??

    BalasHapus
  8. hm....manusia begituan ma binatang sekarang gak ada bedanya...sama2 gak punya akal...

    BalasHapus
  9. Iya mba... Sepokats... Mgkn tuh binatang jg pd malu klo lht manusia kayak gtu...

    saya aja sampe meriang bgini ;D

    BalasHapus
  10. habis mbak ngeliatnya lama sih....hehehehe

    BalasHapus
  11. namanya juga gratisan... kapan lagi... hahaha

    *kitakan seneng yang gratis-gratis ;D... gak deng bercanda... saya ngeliatnya dah malu duluan... jadi, ngeliatnya gak sampai adegannya selesai ;b

    BalasHapus
  12. Na'udzubillahi min dzalik...kok bisa sie...wah itu kan area rekreasi keluarga, ngerusak moral banget, kan banyak anak2 lalu lalang...Na;udzubillahi min dzalik...mapuni negeri ini...

    BalasHapus
  13. Di tempat umum aja dah berani kayak gitu, apalagi di tempat sepi ya bun...  

    Duhh... Serem buat ngebayanginnya...

    Na'udzubillah min dzalik...

    BalasHapus
  14. astaghfirullah al'adzim..
    sekarang makin berkurang perbedaan manusia dan binatang...
    semoga Allah tetap menjaga kita untuk tetap di jalanNya. Amin...

    BalasHapus
  15. iya dan yang paling lucu mahluk tidak berakal bernama binatang sudah dijamin ALLAH masuk syurga...lha kita manusia...sudah dikasih akal buat mikirin caranya masuk syurga malah blingsatan kelakuannya jadi kek binatang gak berakal!!

    BalasHapus
  16. @mba anni

    Iya bener... Klo ngeliat kmrn sih yg beda fisiknya aja mba...

    @mba aqla
    ckckck... Hmmm... Knp tiba2 sy bangga sama mba aqla y ? Apa krn bliau org makasar ? ;D cerdas euy... Ampe kagum saya... :)

    BalasHapus
  17. Di Taman Wiladatika, Cibubur juga ada yang kayak gitu mbak, siang2 bolong lagi :(

    BalasHapus
  18. Banyak juga mbak, apalagi tamannya kan tidak terlalu luas, jadi ketemu lagi-ketemu lagi :(

    BalasHapus
  19. Ironisnya, mereka kelihatan saling mencintai tetapi pada kenyataannya mereka inginnya memiliki dan mengatur pacarnya dengan berbagai macam aturan tak tertulis.

    Pada hakikatnya, mereka menggantungkan rasa aman mereka pada pacarnya, bukan pada Alloh SWT. kalau menurut Bang Imad (almarhum) hal ini sudah syirik, minimal mendekati syirik :(

    Nauzubillah min dzalik

    BalasHapus
  20. soalnya saya belum mergokin yang kayak gituan di taman wiladatika... enaknya disiram pake air aja tuh biar pada kabur... ;D

    BalasHapus
  21. iya... cuma kelihatannya doang... karena banyak yang mengatasnamakan cinta untuk melegalkan untuk melakukan aktivitas "test drive"...

    BalasHapus
  22. Sayangnya, hal seperti ini banyak pendukungnya :(

    Abdullah Cevdet misalnya, seorang tokoh Gerakan Turki Muda, yang menyatakan : “There is only one civilization, and that is European civilization. Therefore, we must borrow western civilization with both its rose and its thorn”. (Yang ada hanya satu peradaban, dan itu peradaban Eropa. Karena itu, kita harus meminjam peradaban Barat, baik bunga mawarnya maupun durinya sekaligus)

    BalasHapus
  23. heheh..ada yang muji euy!!!!!

    *idung megar2 mode ON

    BalasHapus
  24. berarti harus buat peradaban baru... peradaban yang lebih beradab... ;D

    BalasHapus
  25. hehehe... gpp kan muji ??? yang penting gak muja kan ye...


    *abis muji mba aqla, kepala jadi snut2 ;D

    BalasHapus
  26. ooo... tanda gak ikhlas itu kalo setelahnya kepala berasa snut2 ya... wahhh... berarti ketauan dong ;D

    BalasHapus

Dilarang keras berkomentar yang mengandung unsur saru dan sarkas