"Assalamu'alaikum ukhti... InsyaALLAH besok selepas ashar saya akan menemui walimu. Afwan"
Belum surut do'aku mengalun dari bibir, terdengar dari kejauhan 1265 biruku berbunyi. Pertanda ada SMS. Tapi tak kuhiraukan, tetap saja kulanjutkan munajatku kepadaNya. Kumerasa semakin menyatu dengan alam. Ku semakin menikmati kehijrahan do'a-do'aku ke langit. Do'a-do'a yang selalu kulantunkan sejak dulu. Apalagi setelah ku mengalami mimpi yang hampir sama persis dan terus berulang itu.
Kurapikan mukenaku. Kuhampiri dimana 1265 biruku berada. Aneh, mengapa dada ini tiba-tiba berdetak cepat. Kumerasakan dejavu... rasanya pernah ku merasakan perasaan seperti ini... secepat kilat kubuka saja folder-folder dalam memori otakku. Yah... baru kuingat, aku merasakan rasa seperti ini saat menerima secarik kertas beramplop dari seorang teman. Secarik kertas proyek masa depan. Tapi, mengapa rasa itu berulang kembali ? apakah ada hubungannya dengan secarik kertas proyek masa depan itu ? ahhh, mikir apa sih aku... segera saja kutepiskan korelasionalisasi dadakan itu dari kepalaku.
Kupanjangkan tanganku, dengan sedikit merunduk kugapai 1265 biruku. Kujatuhkan ragaku ke peraduan, dengan berbaring kubaca SMS itu.
Deg... dada ini tiba-tiba bergetar hebat, jika saja getaran ini bisa diukur dengan seismograf, aku yakin akan menghasilkan richter yang mampu menggetarkan dunia. Aku tak menyangka akan begitu cepat kuterima SMS ini. Baru saja dua hari yang lalu bertukar informasi dan dilanjutkan dengan bertemu secara fisik, ternyata saat ini kutelah menerima SMS bernada demikian. Subhanallah... kusalutkan jempol ini untukmu. Kumerasa sangat tersanjung dengan sikapmu. Bagiku kau adalah lelaki sejati, karena telah mampu meninggikan derajat kaum perempuan dengan tidak mengombang-ambing perasaannya. Ketegasanmu dalam mengambil keputusan, bersikap, dan bertanggung jawab mengindikasikan kau layak dijadikan sebagai imam sejati. Tapi... apakah kau sudah pikirkan masak-masak bahwa aku layak menjadi makmummu ???
Sebelum kujawab SMS darimu, tiba-tiba saja ingin sekali kubuat "souvenir" yang nantinya akan kusematkan di hatimu, jika ALLAH mengizinkanmu menjadi imamku pastinya.
Assalamu'alaikum bang...
Bang, sebelumnya adek minta maaf yang tak terhingga karena telah lancang menuliskan kalimat ini sebelum kita terhalalkan. Aku tak mempunyai maksud apa-apa, selain hanya untuk memberitahukanmu bahwa sesungguhnya ALLAH telah mengenalkan dirimu padaku sebelum temanku memperkenalkan dirimu padaku.
Mungkin kau akan bertanya dan mempertanyakan pernyataanku itu, tapi itulah kenyataannya. Jauh sebelum temanku memberikan secarik kertas masa depan itu padaku, ALLAH telah memperkenalkan dirimu dalam mimpiku. Secara berulang dan ditambah dengan mimpi yang sama persis selama 3 hari berturut-turut, seminggu sebelum kuterima secarik kertas itu.
Saat itu terus terang aku bingung. Apa maksud ini semua ? Apakah ini merupakan keinginan yang terinternalisasi, sehingga menelusup ke alam bawah sadarku ? Akupun tak tahu. Kau pasti sudah menebak apa responku setelahnya. Ya, akhirnya aku hanya mampu berhusnudzon dan menunggu waktu untuk sebuah jawab. Dan alhamdulillah kutelah mendapat jawabannya sekarang.
Bang... wajah dan sosokmu itulah yang hadir dalam mimpiku. Makanya aku langsung kaget, menangis, dan tidak henti-hentinya mengucap "subhanallahi walhamdulillah wala illa haillalah wallahu akbar" saat pertama kali kumelihat parasmu melalui foto yang tertempel mesra di secarik kertas masa depan itu. Aku benar-benar telah mendapat jawabannya sekarang. Sebuah skenario yang indah dariNya ya bang... Hmmm, aku jadi penasaran... apakah abang pernah memimpikanku sebelum mengenalku ???? hehehe... tidak perlu dijawab bang, ini sekedar pertanyaan iseng kok...
Jadi, itulah salah satu alasan mengapa akupun dapat secepat kilat untuk menghe'ehkan isi dari SMSmu. Tapi, bukan berarti semua itu tidak melalui proses istikharah lho... itu kudu bukan bang ??? Aku melakukannya agar hatiku, keputusanku lebih mantap. Dan pastinya, aku tak mau mengACC proposalmu hanya karena parasmu semata dan embel-embel keduniawianmu lainnya. Aku menerimamu karena aku yakin bahwa kamulah imam yang terbaik dan sesuai yang telah ALLAH pilihkan dan berikan untukku.
Bang... sebelum kuakhiri souvenir hati ini, ingin kupersembahkan sedikit coretan (yang menyerupai) puisi. Aku menambahkan kata yang ada dalam kurung itu, karena aku bukan pujangga ataupun sastrawan bang. Aku hanya seorang perempuan yang ingin menghadiahkan sesuatu hasil dari perahan hatinya untuk seseorang yang insyaALLAH akan menjadi imamnya...
"Bang...
aku bukanlah perempuan terbaik di muka bumi ini
aku juga bukanlah sebaik-baik hambaNya
aku cuma manusia yang terlahirkan sebagai perempuan
Coba saja abang lihat
apa yang menarik dari parasku dan embel-embel keduniawianku
semua biasa-biasa saja
layaknya manusia lain yang memenuhi dunia ini
Bang...
aku sangat berterima kasih padamu
karena kau telah mau mendaulatku sebagai teman sejatimu
aku merasa sebagai orang yang beruntung di dunia ini karena mendapatkanmu
Bang...
diantara kekuranganku
diantara ketiadaanku
diantara keminusanku
kau berani menjadi komplementator sejati
kala banyak orang menjadikan paras, harta, dan tahta sebagai syarat mutlak pendamping hidupnya
kau keluar untuk melawan arus itu
Bang...
bibir ini terlalu kecil untuk menceritakan kebaikanmu
kertas inipun terlalu "cupet" untuk menulisi keindahan batinmu
itu semua bukan isapan jempol semata bang
dari sumber-sumber yang bisa dipercaya kumendapatkannya
jadi, bodoh rasanya kalau aku sampai menampik pinanganmu
Bang...
aku bukanlah perempuan terbaik di muka bumi ini
aku juga bukanlah sebaik-baik hambaNya
aku cuma manusia yang terlahirkan sebagai perempuan
tapi kuberjanji padamu dan padaNya bahwa ku akan selalu mencoba untuk bisa menjadi teman sejatimu
yang selalu setia menemani dirimu dalam menderukan kendaraan dakwah ini
InsyaALLAH...
Bang...
kusambut sambut jemarimu dengan bismillah"
Setelahnya kulipat dan kumasukkan souvenir ini dalam sebuah amplop kecil dengan sebuah tekad akan kuberikan bila kau telah halal untuk menjadi imamku. Kuambil 1265 biruku, dengan mengucap basmalah akhirnya kutuliskan kalimat ini di layar hapeku :
"Assalamu'alaikum akhi... InsyaALLAH waliku bersedia untuk menemuimu besok
selepas ashar. Jazakallah"
selepas ashar. Jazakallah"
Ketika kuakan memijit "send", tiba-tiba dari kejauhan, tepatnya dari rumah tetanggaku, terdengar sebuah alunan lagu yang aku tak tau apa judulnya, yang jelas itu adalah suara dari Ruth Sahanaya.
Sudah kualami
Seribu misteri
dalam kehidupan yang kulewati
tiada jawaban yang dapat kugenggam
semakin jauh aku tenggelam
Selagi kubimbang dalam keraguan
KAU tunjukkan arah jalan yang benar
hingga ku tak lagi
raguku melangkah
menyibak rahasia yang kan datang
Terlalu lama aku mencari
Kepastian diri yang telah tersembunyi
hingga kau datang memberi arti
kaulah yang terbaik untuk diriku...
Subhanallahi walhamdulillah wala illa haillalah wallahu akbar... skenario terindah apalagi yang Kau persiapkan untuk hambaMu yang rapuh ini Ya ALLAH... Titikan air mata dan segurat senyum sajalah yang mampu melabeli itu semua...


Subhanallah!
BalasHapusJadi merit ya, bu?
Undang2 yaw ^_^
Selamat ya mbak, jangan lupa undangannya, he he he
BalasHapusSubhanallah..
BalasHapusSkenario Allah adalah yang terbaik ya mba.. Sungguh Allah Tahu dan telah Mengukur segala nya dengan sempurna.
Wish u all the best, smg dimudahkan ya mba ku.. Jgn lupa, panitia penjaga kotak ampaw hehe
mba.. Kabar2in aku ya.
*hug*
barakallahu fiik......subhanallah....ngikut bahagia ^_^
BalasHapus^_^ semoga prosesnya lancar ^_^
BalasHapusbarakallahu....:)
BalasHapusoughhh
BalasHapussubhanalloh
barokallohu mbak
ikut seneng mendengarnya
^_____^
Whuaaaa... ini masih dalam tataran imaji sodara2...
BalasHapusTapi nggak papa jg deng, itung2 sbg katalisator utk percepatan proses doa2 yg mengudara...
Hahaha
bang, sms siapa ini bang..
BalasHapushehe..kagak nyambung!
HAH!!!!!!!!!!!!!!!!!
BalasHapusmbak lussy nikah?!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
pufh...kirain....!!!!!!!!!!!!!!!
BalasHapus@mba ai
BalasHapuswhuu... Ternyata mba ai dangduters tho... Hehehe
@mba aqla
Bangun mba... Jgn semaput dulu...
Mengenai kebenaran isinya, tinggal tunggu aja preskon resmi dr saya... Sabar ye
Hihihi
ups, ketauan..
BalasHapusmau gabung ke bio-dut community ga mba??hehe..
Boleh... Syaratnya apa aj mba ai ??? Hehehe
BalasHapus*di ui ngambil bio ap ? yg jls bukan ksatria baja hitam rx bio kan ? Hihihi
syaratnya mudah: suka dangdut!
BalasHapusekologi mba..
Syarat mutlak tuh kayaknya ;)
BalasHapus*saya dl pengen bgt tuh msk mikrobiologi... Jd cucol dah tuh ;D