.post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}

Senin, 17 Mei 2010

Hilangnya Seonggok Wajah

Sering rasanya terngiang di telinga kita tentang anjuran untuk menghadirkan wajah-wajah saudara kita dalam setiap doa. Setelahnya timbul pertanyaan di hati. Bagaimana ku bisa menghadirkan wajahmu wahai saudaraku jika hati-hati kita saja masih terasa asing satu sama lain. Dimanakah wajahmu disembunyikan? Dinding apakah yang menghalanginya? Hingga kepekaan ini masih saja tumpul, padahal sudah sejauh ini kita bercengkrama. Siapa yang salah? Aku atau kau? Tak usah dijawab. Daripada sibuk mencari jawaban, lebih baik mari sama-sama kita pupuk dan semai ladang persaudaraan kita, agar ukhuwah ini tak lantas menjadi ukhkering dan bahkan mati. Aku rindu kebersamaan dan keterpautan hati di antara kita, wahai sahabat... *kutetap lantunkan doa untukmu, mesti ku masih belum temukan wajahmu*

4 komentar:

  1. Kalo wajah blm t'bayang,sebut nama saja mba,kalo harus lihat muka dl agak susah m'doakan saudara2 seiman di tpt lain yg blm pnh b'sua sblmnya... :)

    BalasHapus
  2. teh restu:
    mana teh, msh blm terlihat wajahnya

    mba an:
    iya mba an, tuh dah diperjelas d dlm tanda bintang n konteks coretan ini adalah org yg sdh sering berinteraksi, jd semestinya wajahnya kan inget ya?

    Kalo blm kenal, doanya muslimin wal muslimat aje, semuanya dah tuh :)

    BalasHapus

Dilarang keras berkomentar yang mengandung unsur saru dan sarkas