.post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}

Jumat, 18 Juni 2010

Perkuliahan Bermutasi Menjadi Persaudaraan

Saya bukanlah guru yang baik karena saya memang bukan guru. Saya tidak bisa mengajar dengan baik, karena saya memang tidak pernah mengajari mereka. Saya cuma saudara (paling tidak ini yang saya rasakan) yang sedang berkunjung ke rumah saudaranya yang lain. Saudara yang rindu ingin bertemu dan berbagi. Layaknya temu keluarga besar, kami saling mendengar, saling menimpali, saling bercanda. Semuanya agak sama, yang berbeda hanya isi pembicaraannya saja (agak lebih terarah... hehe). Saya banyak menemukan kehangatan dan kebersamaan di sini... Dan mungkin kalimat inilah yang layak menggambarkan rasa yang tercoret disetiap akhir semester: "Perkuliahan yang bermutasi menjadi persaudaraan..."



Selalu saja ada cerita manis di setiap akhir semester. Cerita yang timbul dari sebuah kebersamaan. Kebersamaan yang awalnya karena sebuah kewajiban dan kebutuhan terhadap proses pemenuhan gelar saja, yang pada akhirnya bersimpul pada proses kehangatan batin. Begitulah kira-kira yang sering saya rasakan. Mungkin ada yang menilainya sebagai satu kelebayan, tetapi memang itulah sesungguhnya yang saya rasakan.

Semakin berinteraksi dengan mereka, semakin terkoneksi dan larut saja hati saya dengan mereka. Jadi bukanlah suatu hal yang asing tergelar, bila di luar kelas kami sering bercanda, ngobrol ngalor-ngidul, atau hanya sekedar rujakan aja. Nah, kalau yang tersebut ini biasanya saya yang nebeng. Secara mereka suka rujakan siang-siang dan rujaknya pun berhasil memanggil saya untuk segera mencicipinya. Oiya, ada yang belum terjalani sampai sekarang, yaitu balapan lari (maaf Ya belum kesampaian) hehe...

Bila melihat sampai titik ini, sudah sepatutnya kata syukur mesti terus mengalun dari lisan ataupun batin saya. Begitu kagumnya saya dengan skenario kehidupan yang ALLAH buatkan dan bagaimana pula cara ALLAH membelajarkan saya dengan menghantarkan saya kepada mereka. Subhanallahi walhamdulillah wala illaha illallahu wallahu akbar...

Inilah salah satu ruang pembelajaran yang ALLAH persiapkan untuk saya. Ruang yang sebelumnya pernah saya ogahi dalam hati apalagi lisan. Namun, ternyata dari sanalah ruang-ruang hati saya mulai bertumbuh. Saya belajar bertumbuh dari mereka.

Mereka yang mengajarkan bagaimana menata hati jika sedang kesal. Mereka yang mengajarkan untuk ceria di tengah himpitan rasa. Mereka mengajarkan untuk ikhlas walaupun yang didapat tak melulu berbekas. Mereka banyak mengajarkan berbagai hal kepada saya, walaupun mereka tidak merasakannya. Merekalah sejatinya guru saya, bukan sebaliknya.

Terima kasih Ya ALLAH, terima kasih teman-temanku, terima kasih saudara-saudaraku... Kalianlah salah segerombol orang yang bisa memacu senyum saya untuk terus berkembang. Dan maaf sekali karena saya belum bisa memberikan apa-apa untuk kalian...


4 komentar:

Dilarang keras berkomentar yang mengandung unsur saru dan sarkas