Kuantitatif dan kualitatif adalah dua jenis pendekatan penelitian yang sudah cukup familiar di telinga para akademisi atau orang-orang yang berkecimpung di dunia penelitian. Kuantitatif dan kualitatif bisa dikatakan sebagai dua pendekatan yang berseberangan secara paradigma, sepertinya halnya ekstrim kanan dan kiri. Saking ekstrimnya para pelaku kuantitatif menganggap penelitiannya yang lebih bermakna, dan begitu pula sebaliknya. Namun belakangan, sudut pandang dalam menilai kedua metode penelitian ini berubah. Bila sebelumnya lebih dibahas tentang kesenjangan antara keduanya, sekarang beralih untuk menyatukan/mensinergikan keduanya. Pensinergian kedua metode penelitian ini selanjutnya dikenal dengan
mixed method research. Dari sinergitas ini diharapkan dapat menumbuhkan
power baru dalam menguak rahasia alam. Tetapi sayangnya, (sepertinya) tidak sedikit yang masih belum memahami bahkan memandang sebelah mata dari metode ini. Mereka beranggapan bahwa
mixed method research adalah metode “banci” atau “abu-abu”, karena tidak memiliki kepastian yang jelas berada di metode yang mana.
Mau tahu cerita selengkapnya, silahkan pantengin aja pdf atau attachmentnya di ujung tulisan ini. Cekidot...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Dilarang keras berkomentar yang mengandung unsur saru dan sarkas