Pernah tidak mengalami, mendengar musik sesaat, tapi tiba-tiba bisa mengikuti liriknya di kesempatan yang lain tanpa pernah kita hapalkan sebelumnya? Kalau pernah, berarti sama dong nasib kita... heheYups, musik memang bagai hantu... datang dan pergi begitu saja, datang tak dijemput dan pulang tanpa diantar. Dia bisa masuk tiba-tiba dan mampu mempermainkan memori otak kita walau hanya dalam waktu sesaat. Banyak alasan orang mengapa dia sampai mendengarkan musik, mulai hanya sekedar untuk relaksasi otak, medium untuk nostalsgia, dan ada juga yang menggunakan musik sebagai terapi. Namun, ada juga yang berkebalikan dari kondisi itu semua. Ada juga orang yang menganggap musik adalah sebagai rintihan yang begitu menyakitkan. Hal tersebut terakhir biasa disebut dengan amusia.
Dari sedikit kalimat yang telah dijabarkan sebelumnya didapatlah secuil gambaran tentang bagaimana musik dapat mempengaruhi otak manusia. Karena itulah, sejak 200 tahun yang lampau, banyak para ilmuwan yang tertarik untuk meneliti bagaimana hubungan musik dengan otak manusia dan serta bagaimana dampakya. Untuk masalah ini, tidak semua ilmuwan bersepakat, masih terdapat kontroversi didalamnya. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut penjabaran tentang "Musicophilia: Tales of Music and The Brain" cekidot wae di pdf atau attachment yang ada di ujung tulisan ini ya. Selamat merasakan sensasinya...
sumber gambar: pkab.wordpress.com
Attachment: Analisis Buku.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Dilarang keras berkomentar yang mengandung unsur saru dan sarkas