Every now and then We find a special friend
Who never lets us down
Who understands it all
Reaches out each time you fall
You're the best friend that I've found
I know you can't stay
But part of you will never ever go away
Your heart will stay
I'll make a wish for you
And hope it will come true
That life will just be kind
To such a gentle mind
If you lose your way
Think back on yesterday
Remember me this way
Remember me this way
I don't need eyes to see
The love you bring to me
No matter where I go
And I know that you'll be there
Forever more a part of me
You're everywhere
I'll always care
I'll make a wish for you
And hope it will come true
That life will just be kind
To such a gentle mind
If you lose your way
Think back on yesterday
Remember me this way
Remember me this way
And I'll be right behind your shoulder watching you
I'll be standing by your side in all you do
And I won't ever leave
As long as you believe
You just believe
I'll make a wish for you
And hope it will come true
That life will just be kind
To such a gentle mind
If you lose your way
Think back on yesterday
Remember me this way
Remember me this way
This way
(Ost. Casper The Movie)
Dulu kita berjalan sendiri-sendiri hingga pusaran takdir menarik kita untuk berjalan bersisian. Tidak hanya bersisian, bergandengan tanganpun juga tak luput dari penyemaian kebersamaan. Sejak saat itu, sepertinya kata perpisahan tidak boleh bermain dalam kamus kita. Tidaklah aneh bila selalu saja ada waktu yang kita gunakan untuk mengangankan suatu hal dan pastinya selalu saja ada celah yang coba kita kikis untuk membentuk impian. Karenanya, setiap hari selalu saja tambah satu warna. Warna-warna yang terus memancar dari setiap derap nafas kita. Warna perbedaan yang kemudian tersketsa dalam indahnya sebuah kebersamaan.
Namun sudahlah menjadi tabiat hukum alam, bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Segala hal yang sudah terhimpun, bisa saja suatu saat bakal terserak, bahkan musnah sama sekali. Yang dulunya berjalan bersisian, pada titik tertentu menjadi terpisahkan. Yang dulunya bersatu menjadi mendua. Yang awalnya mencinta berubah menjadi mencela. Terlalu banyak alasan yang menyutradarainya, mulai dari jarak, waktu, kepentingan, sampai dengan pemikiran. Kemudian menyeruaklah kalimat-kalimat di pikiran: Bila sudah berpisah, hilangkah sudah jejak yang pernah terlangkah?
Sesuatu yang pernah lekat terus tercerabut, bohong rasanya bila tidak meninggalkan bekas. Entah sedikit atau berlimpah, entah cerita manis atau sendu, sebuah kebersamaan akan meninggalkan residu dengan aromanya yang khas. Selalu ada debar dan getar kala memaknai kebersamaan yang sudah tanggal. Selalu ada ulasan senyum kala mengenang pertama kali batu kebersamaan itu dipancangkan. Selalu ada ringisan perih dan lelehan air mata kala membaca kembali cerita yang sudah tercecer dari bukunya. Dan selalu-selalu lainnya yang terus menari-nari meningkahi napak tilas hati...
Kali ini dan selagi ku mampu, izinkan ku melantunkan doa terbaik yang ku tahu. Doa terbaik yang khusus kuhaturkan untukmu. Dengan suatu harapan, agar Sang Maha Cinta selalu menjagamu dalam kebaikan diselepasan waktuku bersamamu. Bilapun nantinya takdir tak mengizinkan kita kembali bertemu, satu hal yang perlu kau tahui, selaksa syukurku pada Illahi karena sudah diizinkan tuk bisa mengenal dan menjalin kebersamaan denganmu. Bilapun nantinya kupergi mendahuluimu, ku ingin tak ada air yang mencair dari matamu. Cukuplah senyummu mengiringi kepergianku.
Sebelum kuterhempas, mungkin kata ini yang nantinya akan kutitipkan dihatimu... ingatlah jalan ini... jalan yang pernah kita lalui dengan berjingkat, menapak, dan bahkan sedikit melayang karena kita telah berlarian diatasnya... Sahabat, ingatlah aku di jalan ini...
Love,

lussysf
:: sumber gambar: jawaban.com ::
Huft..nice,mba.. :)
BalasHapusMatur nuwun an... :)
BalasHapus"remember me this way" --> kudedikasikan untuk teman-teman seperjuangan yang sedang berjuang untuk memperjuangkan hal-hal yang memang mesti diperjuangkan
BalasHapus